• Kemenag
  • BKD KOPERTAIS XI
  • BKD SISTER

  • Home
  • Profil
    • Sambutan Koordinator Kopertais Wil. XI Kalimantan
    • Latar Belakang
    • Tugas dan Fungsi
    • Sarana dan Prasarana
    • Struktur Organisasi Kopertais Wil. XI Kalimantan
  • Data Wilayah Kopertais
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Barat
      • Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin
      • STIT Syarif Abdurrahman Singkawang
      • STIS Syarif Abdurrahman Pontianak
      • STIT Iqra Kapuas Hulu
      • STAI Al-Haudl Ketapang
      • FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak
      • STAI Ma’arif Sintang
      • STAI Mempawah
    • Kalimantan Utara
  • Administrasi
  • Home
  • Blog
  • Berita

Kejar Ketertinggalan Bangsa dan Umat

  • Posted by Syauqi
  • Categories Berita, Kegiatan Kopertais
  • Date 12 Juli 2017

 

Tampaknya kekayaan alam bangsa Indonesia masih menyimpan paradoks berupa ketertinggalan pada pembangunan kualitas manusia. Ketertinggalan itu dapat dilihat dari beberapa laporan, seperti Indeks Korupsi (Transaparansi Internasional, 2011) yang merangking Indonesia di peringkat 100 dunia. Kemunduran pembangunan kualitas manusia Indonesia juga tergambar dari Laporan Daya Saing Global tahun 2010-2011 (World Economic Forum) yang mencatat nama Indonesia pada urutan ke-46 pada tahun 2011. Posisi Indonesia ini turun dari tahun sebelumnya yang berada di urutan 44.

Menurut Koordinator Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, MA, jawaban dari paradoks itu adalah pembangunan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Terkait dengan ini, upaya pembangunan ini mesti mempertimbangkan adanya keseimbangan antara pencapaian individu dan pembangunan moral-spiritual.Secara pokok, inilah yang disebut sebagai pendidikan integratif.

Dalam sambutan dan orasi ilmiahnya dengan tema ‘Mengejar Ketertinggalan Umat dan Bangsa melalui Pendidikan Integratif’, pada Wisuda S-1 Angkatan V Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) di Gedung Pancasila Kabupaten Sintang (23/6) , lebih lanjut koordinator mengulas bahwa pendidikan integral dimaksudkan agar terjadi keseimbangan antara potensi manusia baik akal, tubuh dan hati.

“Dengan ketiga elemen ini, pendidikan diharapkan tidak hanya meluluskan orang yang istimewa secara akademis, namun juga memiliki integritas tinggi, rasa tanggung jawab (sense of responsibility), dan dapat berkontribusi dengan baik di masyarakat,” tekan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin itu.

Untuk mewujudkan keseimbangan itu, pada tataran epistemologis, diperlukan adanya pensejajaran ranah filosofis, kesadaran terhadap realitas dan disiplin ilmu pengetahuan. Pensejajaran ini dimaksudkan agar disiplin ilmu pengetahuan tidak tercerabut dari basis filosofis dan empiris.

Dalam beberapa kasus, seperti di Brunei Darussalam, penyelenggaraan pendidikan integratif seringkali dihadapkan oleh dua hambatan yaitu minimnya skill penyelenggara pendidikan dan iklim pembelajaran yang tidak kondusif.

Maka, agar konsepsi pendidikan integratif ini lebih realistis, menurut Koordinator, pendidik sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan integratif diharapkan dapat menyelenggarakan pendidikan melalui empat kerangka : kreatif, kontemplatif, resiprositas, dan responsibilitas. (mhm).

  • Share:
author avatar
Syauqi

Previous post

Bolong Pendidikan Mesti Diantisipasi
12 Juli 2017

Next post

Sayembara Menulis Buku Pengayaan 2012
12 Juli 2017

You may also like

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81
17 Agustus 2026
2. ZOOM SISTER STIT TANJUNG REDEB
Sosialisasi Lanjutan BKD SISTER STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Berau
4 Agustus 2026
SAMBUTAN KOORDINATOR
Bimtek BKD Kopertais ke BKD SISTER
23 Juli 2026

Latest Posts

RAKOR KOPERTAIS WILAYAH XI KALIMANTAN TAHUN 2019
9 Juli 2019
Bimbingan Online Jurnal System (OJS)
20 September 2018
Orientasi Penilaian/Penyusunan Bkd Online
20 September 2018

KOPERTAIS WILAYAH XI KALIMANTAN

  • Jl. A. Yani Km. 4,5 Kota Banjarmasin 70235
  • [email protected]
  • [email protected]

DIREKTORI

  • Kementerian Agama
  • Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
  • UIN Antasari Banjarmasin
  • Litapdimas

Copyright ©2026 Kopertais Wil. XI Kalimantan X UIN Antasari Banjarmasin